PERADABAN ISLAM DI SPANYOL
PERADABAN ISLAM DI SPANYOL
Dalam sejarah ilmu pengetahuan dan peradaban Islam, tanah Spanyol lebih banyak dikenal dengan nama Andalusia, yang diambil dari sebutan tanah Semenanjung Liberia. Julukan Andalusia ini berasal dari kata Vandalusia, yang artinya negeri bangsa Vandal, karena bagian selatan Semenanjung ini pernah dikuasai oleh bangsa Vandal sebelum mereka dikalahkan oleh bangsa Gothia Barat pada abad V. Daerah ini dikuasai oleh Islam setelah penguasa Bani Umayah merebut tanah Semenanjung ini dari bangsa Gothi Barat pada masa Khalifah Al-Walid ibn Abdul Malik. Islam masuk ke Spanyol (Cordoba) pada tahun 93 H (711 M) melalui jalur Afrika Utara di bawah pimpinan Tariq bin Ziyad yang memimpin angkatan perang Islam untuk membuka Andalusia.[1]
Penguasaan sepenuhnya atas Afrika Utara itu terjadi di zaman Khalifah Abdul Malik (685-705 M). Khalifah Abdul Malik mengangkat Hasan Ibn Nu’man al-Ghassani menjadi gubernur di daerah itu. Pada masa Khalifah al-Walid, Hasan ibn Nu’man sudah digantikan oleh Musa Ibn Nushair. Pada zaman al-Walid itu, Musa ibn Nushair memperluas wilayah kekuasaannya dengan menduduki Aljazair dan Maroko. Selain itu, ia juga menyempurnakan penaklukan ke daerah-daerah bekas kekuasaan bangsa Barbar di pegunungan-pegunungan sehingga mereka menyatakan setia dan berjanji tidak akan membuat kekacauan-kekacauan seperti yang pernah mereka lakukan sebelumnya.[2]
Kemenangan pertama yang dicapai oleh Thariq ibn Ziyad membuka jalan untuk penaklukan wilayah yang lebih luas lagi. Musa bin Nushair pun melibatkan diri untuk membantu perjuangan Thariq. Selanjutnya, keduanya berhasil menguasai seluruh kota penting di Spanyol, termasuk bagian utaranya mulai dari Saragosa sampai Navarre. Gelombang perluasan wilayah berikutnya muncul pada masa pemerintahan Khalifah Umar ibn Abdil Aziz tahun 99 H/717 M, dengan sasarannya menguasai daerah sekitar pegunungan Pyrenia dan Prancis Selatan, Gelombang kedua terbesar dari penyerbuankaum muslimin yang geraknya dimulai pada permulaan abad ke-8 M ini, telah menjangkau seluruh Spanyol dan melebar jauh ke Prancis Tengah dan bagian-bagian penting dari Italia.[3]
Jadi, Asal usul masuknya Islam di Spanyol tidak lepas dari keberhasilan Thariq ibn Ziyad mengalahkan raja Roderick, sehingga kemenangan ini menjadi modal utama bagi Thariq ibn Ziyad dan pasukannya untuk menaklukkan kota-kota penting yang ada di Spanyol.[4]
Masyarakat Spanyol Islam merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari komunitas-komunitas Arab (Utara dan Selatan), al-Muwalladun (orang-orang Spanyol yang masuk Islam), Barbar (umat Islam yang berasal dari Afrika Utara), al-Shaqalibah (penduduk daerah antara Konstantinopel dan Bulgaria yang menjadi tawanan Jerman dan dijual kepada penguasa Islam untuk dijadikan tentara bayaran), Yahudi, Kristen Muzareb yang berbudaya Arab dan Kristen yang masih menentang kehadiran Islam. Semua komunitas itu, kecuali yang terakhir, memberikan saham intelektual terhadap terbentuknya lingkungan budaya Andalus yang melahirkan kebangkitan ilmiah, sastra, dan pembangunan fisik di Spanyol.[5]
Kemunduran dan kehancuran Islam di Spanyol disebabkan oleh beberapa faktor, baik faktor dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal). Adapun penjelasannya yaitu sebagai berikut: dari Faktor Internal. Pertama, Sistem pengangkatan ke khalifahan kurang jelas. Karena sistem pengangkatan khalifah kurang jelas, maka di antara anggota keluarga bani Umayyah saling memperebutkan kekuasaan, mereka saling mengklaim dirinya bahwa ia merasa lebih berhak untuk menjadi khalifah, di samping itu pula boleh jadi dikalangan pembesar-pembesar kerajaan yang bukan dari kalangan mereka juga berambisi menduduki kekhalifahan.[6]
Daftar Pustaka
Rusniati. “Masuknya Islam Di Spanyol (Studi Naskah Sejarah Islam).” Al-Din 2 (2019).
Thalib, Muh Dahlan. “Kemunduran Dan Hapusnya Islam Di Andalusia Spanyol.” Jurnal Al-Ibrah 7 (2018).
Ilyas, Abustani. “Sejarah dan Perkembangan Islam di Spanyol dan Sisilia.” Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum 1 2 (Desember 2022).
[1] Abustani Ilyas, “Sejarah Dan Perkembangan Islam Di Spanyol Dan Sisilia,” Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum 1 2 (Desember 2022): h. 136.
[2] Rusniati, “Masuknya Islam Di Spanyol (Studi Naskah Sejarah Islam),” Al-Din 2 (2019): h. 2.
[3] Rusniati, h. 7.
[4] Rusniati, h. 9.
[5] Ilyas, Abustani. “Sejarah Dan Perkembangan Islam Di Spanyol Dan Sisilia.” Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum 1 2 (Desember 2022).
[6] Muh Dahlan Thalib, “Kemunduran Dan Hapusnya Islam Di Andalusia Spanyol,” Jurnal Al-Ibrah 7 (2018): h. 91.

Komentar
Posting Komentar